Jumat, 08 Juli 2016

Sahabatku, Nilam

Hari ini aku menjenguk sahabat lamaku yang sedang sakit, namanya Nilam. Ia sakit kanker dan demam berdarah. Aku membawakannya buah tangan. Ia dirawat belum lama ini, aku sih sebenarnya tidak tahu kenapa dia bisa sakit kanker ya, tapi yang pasti sekarang kondisinya tidak menyehatkan.

Saat aku datang menemuinya, ia hanya tersenyum kearahku. Aku langsung mananyakan kabarnya. Ia hanya diam, tak lama kemudian ia berkata "Akhir-akhir ini aku suka membaca komik, dari genre apa saja! Aku kemarin beli 9 buku komik serial Detektif Kindaichi! Oh iya, aku juga baca komik online!"

Tentu saja aku terkejut! Kata Bibi Anne, ia sangat lemah. Bahkan ia jarang sekali bicara! Dan kata Bibi Anne juga biasanya ia tak peduli dengan lingkungan sekitar! Tapi saat aku datang ia menyambutku dengan senyumannya yang hangat. Akhirnya kami berdua mengobrol dengan akrab.

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan, tahun demi tahun aku sudah lama aku tidak dengar kabar tentang Nilam. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumah Nilam. Saat sampai disana, aku disambut hangat oleh Bibi Anne dan Paman Ken.

Kami mengobrol sebentar seputar politik, musik, hobi, saling berbagi cerita dan mereka juga memberi permen kesukaanku. "Oh iya. Paman, Bibi, dimana Nilam? Bagaimana kabarnya sekarang?" tanyaku kepada Bibi Anne dan Paman Ken.

Entah kenapa mereka yang tadinya riang merubah muram, aku kembali bertanya "Ada apa?" Bibi Anne langsung masuk kedalam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Paman Ken hanya bisa mengatakan kalau "Nilam sudah tidak ada."

Mendengar perkataaan Paman Ken aku hanya bisa terdiam. Aku segera meminta lokasi pemakaman Nilam. Aku pamit kepada Bibi Anne dan Paman Ken. Lalu aku segera membeli seikat bunga crisant dan segera menuju ke lokasi Nilam.

Aku mencari dan mencari. Sampai akhirnya kutemukan lokasi Nilam berada. Aku berdoa untuk Nilam dan menyematkan bunga untuknya. "Maaf Nilam." itulah yang ada dipikiranku "Aku tidak ada disampingmu, untuk terakhir kalinya." saat aku pergi menjauh dari tempat Nilam. Seolah-olah Nilam berkata,

"Terimakasih atas semua kenangan indah yang kau berikan padaku, Mala."

"Terimakasih kembali." 

The End

Tidak ada komentar: