Sabtu, 09 Juli 2016

Memorable Shelter

Saat itu aku sedang berjalan-jalan di hutan. Aku hanya berjalan, berjalan, dan berjalan. Entah mau kemana. Tak lama hujan pun turun. Aku cepat-cepat mencari shelter untuk berlindung. Dan kau tahu apa? Aku menemukan satu! Aku cepat-cepat berteduh disana. 

Aku bertemu seorang gadis kecil. Rambutnya hitam, matanya kuning keemasan, kulitnya putih dan ia memakai sweater warna merah dengan motif teddy bear. "Apa yang kau lakukan disini? Apa kau disini untuk berteduh juga?" tanyaku. "Tidak, ini shelterku." jawabnya pendek. "Oh maaf, bolehkah aku berteduh disini wahai gadis kecil?" tanyaku kembali. "Namaku Natsumi." jawabnya pendek. "Baiklah kalau begitu Natsumi, aku numpang sebentar saja ya. Sampai hujannya selesai. Boleh?" Natsumi pun mengangguk. 

Tak lama, ia segera berlari kedalam dan ia membawakanku susu putih hangat dan biscuit choco chips. "Ah terimakasih, tidak usah repot-repot.." kataku. Natsumi menggeleng "Ayo nikmati ini sambil menunggu hujannya reda. Ini buatanku yang pertama jadi aku tak bisa jamin rasanya enak." katanya sayup-sayup. Tanpa basa-basi aku langsung memakannya. "Enak sekali! Ini biscuit choco chips paling enak yang pernah kumakan!" kataku dengan gembira. "Benarkah?" Natsumi berusaha meyakinkan. "Iya iya enak banget" kataku sambil memakan biscuit choco chips tadi. 

Selesai makan, aku membacakan cerita untuk Natsumi. "Kau mau dibacakan buku cerita apa?" tanyaku. Tanpa ragu ia mengambil sebuah buku cerita berjudul "Harta Karun Di Ujung Pelangi" karangan Hau Hiyoki. Akhirnya aku membacakannya. Setelah aku selesai membacakan cerita, aku dan Natsumi belajar merajut lewat buku Vall Miliea yang berjudul "Merajut? Ini panduan yang cocok untuk pemula!" 

Aku dan Natsumi merajut banyak sekali syal dengan berbagai warna dan beranekaragam motif. "Shelterku koq jadi toko syal?" Natsumi tertawa geli "Sambil jualan kan lumayan." jawabku tertawa juga. Akhirnya kami sama-sama tertawa. Dan benar-benar.. syal nya dimana-mana! Sampai-sampai aku dan Natsumi bingung harus dikemanakan. "Apa ini kita jual saja ya?" tanya Natsumi. "Oh aku ada ide! Bagaimana kalau kita kasih saja sebagian ke Panti Asuhan Mlle di sebelah Utara sana?" tanyaku kepada Natsumi. Natsumi setuju. 

Kami segera memasukkan sebagian syal itu kedalam dus. "Aku bawa dua dus ini dan kau yang satunya." kataku sambil mengangkat kardus pertama. "Okay deh bos!" jawab Natsumi bersemangat. Kami pun langsung pergi menuju panti dengan jas hujan. Sampai disana anak panti sangat gembira dengan kedatanganku dan Natsumi. Aku dan Natsumi juga senang, apalagi aku dan Natsumi merasa kalau bahwa syal yang kami rajut tidak sia-sia. Semua anak panti dapat syal satu perorangan. Setelah selesai aku dan Natsumi kembali ke shelter. 

"Tadi sangat seru ya!" seru Natsumi kepadaku. "Iya! Aku senang melihat mereka tersenyum." balasku kepada Natsumi. Kami berdua kelelahan. Akhirnya kami berdua tertidur..

Dan saat aku terbangun, aku ada di kamar tidurku.

The End

Tidak ada komentar: